Rabu, 02 November 2016

Rangkuman observasi




RANGKUMAN MATA KULIAH PSIKODIAGNOSTIKA;OBSERVASI

A.    Pengertian Observasi
Observasi adalah suatu metode penelitian yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan panca indra. Observasi biasanya sengaja dilakukan untuk mengamati kejadian-kejadian yang langsung dapat ditangkap pada saat kejadian-kejadian tersebut berlangsung, hal ini dilakukan untuk mengamati atau meneliti objek dan untuk mendapatkan data yang lebih kompleks mengenai objek penelitian.

B.     Tujuan Dan Fungsi Observasi
Observasi bertujuan untuk mengumpulkan data yang lebih kompleks mengenai objek yang kita teliti. Adapun fungsi observasi adalah untuk mencocokkan data yang kita peroleh sebelumnya dengan kenyataan yang ada. Dapat dikatakan bahwa observasi merupakan salah satu cara untuk menguji validitas data atau isu.

C.    Jenis-Jenis Observasi
Jenis-jenis observasi terbagi menjadi 3, yaitu :
·         Observasi ditinjau dari peranan observer
·         Observasi ditinjau dari perencanaan
·         Observasi ditinjau dari segi situasi
1.      Observasi ditinjau dari peranan observer
Observasi ditinjau dari peranan observer terbagi menjadi tiga, yaitu observasi partisipan, observasi non partisipan dan kuasi partisipan.
Observasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan dengan cara observer terlibat langsung didalamnya. Dimana observer tidak memerlukan alat bantu lainnya untuk mengamati, karna pengamatan dilakukan lebih dekat dan observer terlibat langsung dengan objek, sehingga panca indra dapat langsung menjadi tols pengamat tanpa harus melalui perantara alat.
Observasi non partisipan, yaitu observasi yang dilakukan dengan cara mengamati objek dari kejauhan dengan kata lain observer tidak terlibat langsung dengan objek. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti cctv, webcam dll.
Kuasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan dengan cara observer turut berpartisipasi, turut ambil bagian dan terlibat dengan objek tapi sebenarnya tidak, dengan kata lain observer hanya berpura-pura berpartisipasi namun sebenarnya tidak, observer hanya melakukan pengamatan saja.
2.      Observasi ditinjau dari perencanaan
Observasi ditinjau dari perencanaan dibagi menjadi dua bagian, yaitu observasi sistematis dan non sistematis.
Observasi sistematis, yaitu observasi yang dilakukan secara terstruktur. Observasi yang dilakukan sudah memiliki pedoman, tujuan dan materinya pun sudah ditentukan. Dengan kata lain observasi jenis ini sudah memiliki tujuan inti atau tujuan yang menjurus dalam melakukan observasi.
Observasi non sistematis, yaitu observasi yang dilakukan secara tidak terstruktu. Observasi yang dilakukan belum memiliki pedoman, tujuanya mungkin sudah ditentukan tapi hanya sebatas tema belum mendetail dan menjurus pada suatu aspek, materinya pun belum disiapkan secara rinci. Observasi jenis ini biasanya tidak membatasi bahasan dalam pelaksanaan observasinya.
3.      Observasi ditinjau dari segi situasi
Observasi ditinjau dari segi situasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu free situation observation, manipulated situation observation dan partially controlled situation observation (kombinasi).
Free situation observation, yaitu observasi yang dijalankan dalam situasi yang bebas. Dengan kata lain situasi terbentuk secara alamiah tanpa ada setting dari observer.
Manipulated situation observation, yaitu observasi yang dijalankan dalam situasi yang sudah dimanipulasi. Dengan kata lain, situasi yang ada sudah diatur oleh observer.
Partially controlled situation observation (kombinasi), yaitu observasi yang dilakukan dalam dua jenis situasi. Observasi dilakukan dalam situasi yang bebas dan dilakukan pula observasi dalam situasi yang sudah dimanipulasi.

D.    Langkah-Langkah Observasi
Dalam melakukan observasi ada beberapa langkah yang harus kita persiapkan, yaitu :
·         Menentukan materi yang akan diobservasi
·         Menentukan cara atau teknik yang akan digunakan dalam melakukan observasi
·         Dapat membedakan fakta dan interpretasi dalam mencatat saat melakukan observasi, catat lah fakta terlebih dahulu.
·         Selama observasi berlangsung observer tidak diperkenankan untuk mencatat atau memberikan interpretasi. Karna interpretasi akan diberikan pada saat observasi sudah selesai dan fakta sudah terkumpul.
·         Observer disarankan untuk melatih kecakapan mengobservasi secara kontinu atau berkelanjutan agar dapar menjadi observer yang mahir.

E.     Alat Observasi
Ada beberapa alat yang dapat kita gunakan saat melakukan observasi. Diantaranya, anecdotal record, catatan berkala, check list, dan rating scale.
1.      Anecdotal record
Anecdotal record merupakan suatu catatan yang dibuat oleh observer yang berisi tingkah laku luar biasa yang dilakukan oleh objek. Catatan ini harus segera dibuat setelah kajadian atau tingkah laku tersebut berlangsung, dalam pencatatan pun harus mendetail mengenenai apa, kapan dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Dalam melakukan pencatatan yang dicatat adalah fakta bukan interpretasi.

contoh lembar observasi 1 ;
I.                   Identitas
Nama               : Aliya Siska Ananta
Ttl                    : Kalianda, 10 oktober 2000
JK                    : Perempuan
Kelas               : X Perawat 2
II.                Lokasi observasi : SMK Kesehatan Kalianda, Lampung Selatan.
No
Kejadian
Waktu
Lokasi
Keterangan
1.
Memukul meja
09 : 00 wib
Didalam kelas
Saat setelah salah satu temannya mengatakan “kamu itu anak pungut mangkanya papah sama mamah kamu gk ada yang peduli sama kamu”.
2.
Menangis
09 : 08 wib
Sudut kiri belakang kelas
Memeluk kaki dan kepala menunduk.
3.
Berteriak
09 : 23 wib
Didalam kelas
Saat jam istirahat dan tak ada orang lain selain dirinya dikelas.
4.
Membenturkan kepala ke tembok
10 : 01 wib
Didalam kelas
Benturan dilakukan sebanyak 3 kali.

2.      Catatan berkala
Dalam melakukan pencatatan observer tidak mengamati secara terus menerus melainkan ada periode atau waktu-waktu tertentu.

Contoh lembar observasi 1 ;
I.                   Identitas
Nama               : Aliya Siska Ananta
Ttl                    : Kalianda, 10 oktober 2000
JK                    : Perempuan
Kelas               : X Perawat 2
II.                Lokasi observasi : SMK Kesehatan Kalianda, Lampung Selatan.

No
Kejadian
Waktu
Lokasi
Keterangan
1.
Berteriak
07 : 15 wib
(sebelum masuk kelas)
Diparkiran
Kepada teman perempuan
2.
Mengobrol
08 : 25 wib
(saat KBM berlangsung)
Didalam kelas
Dengan teman lelaki disebelahnya
3.
Mengunci salah seorang teman perempuan didalam kelas
14 : 30 wib
(saat pulang sekolah)
Diluar kelas
Teman lelaki menarik pintu dan objek mengunci pintu

3.      Check list
Dalam alat ini berisi faktor-faktor atau indikator-indikator yang ingin diketahui dalam penelitian. Alat ini dimaksudkan agar observasi lebih sistematis. Namun dalam menggunakan alat ini hanya terbatas pada faktor-faktor yang sudah ditentukan saja, tidak dapat melihat secara lebih luas.

Contoh lembar observasi 1 ;
No
Indikator
Nama
Aisyah
Arini
Anggun
Fatimah
1.
Mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian
ü   



2.
Mengikuti pelajaran sambil mengobrol


ü   
ü   
3.
mengikuti pelajaran dengan mengantuk

ü   



                       


Contoh lembar observasi2 ;
                        Nama   : Anggun Melati Putri
                       
No
Indikator
Prilaku
Ya
Tidak
1.
Mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian
Mata fokus kedepan
ü   

2.
Mengikuti pelajaran dengan mengobrol
Bercakap-cakap dengan teman

ü   
3.
Mengikuti pelajaran dengan mengantuk
Menguap atau tidur

ü   
           
4.      Rating scale
Alat ini hamper sama dengan check list. Namun, pada alat ini terdapat tingkatan-tingkatan dalam setiap indikatornya, dimana tingkatan-tingkatan tersebut sudah ditentukan oleh observer.

Contoh lembar observasi 1 ;
No
Indikator
Gustin
Ayub
1.
Selalu memperhatikan guru
ü   

2.
Kadang-kadang memperhatikan guru


3.
Tidak pernah memperhatikan guru

ü   

Contoh lembar observasi 2 ;
Nama   : Anita Zuleha
No
Indikator
Selalu
Kadang-Kadang
Tidak Pernah
1.
Memperhatikan guru

ü   

2.
Mengerjakan tugas
ü   


3.
Mengobrol

ü   


Catatan ; selalu, kadang-kadang dan tidak pernah merupakan tingkatan-tingkatan yang frekuensinya sudah ditentukan oleh observer.

Pertanyaan :
1.      Apakah kida dapat atau diperbolehkan untuk mengobservasi diri kita sendiri ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar