A.
Pengertian
Observasi
Observasi
adalah suatu metode penelitian yang dilakukan secara langsung maupun tidak
langsung dengan menggunakan panca indra. Observasi biasanya sengaja dilakukan
untuk mengamati kejadian-kejadian yang langsung dapat ditangkap pada saat
kejadian-kejadian tersebut berlangsung, hal ini dilakukan untuk mengamati atau
meneliti objek dan untuk mendapatkan data yang lebih kompleks mengenai objek
penelitian.
B.
Tujuan
Dan Fungsi Observasi
Observasi
bertujuan untuk mengumpulkan data yang lebih kompleks mengenai objek yang kita
teliti. Adapun fungsi observasi adalah untuk mencocokkan data yang kita peroleh
sebelumnya dengan kenyataan yang ada. Dapat dikatakan bahwa observasi merupakan
salah satu cara untuk menguji validitas data atau isu.
C.
Jenis-Jenis
Observasi
Jenis-jenis
observasi terbagi menjadi 3, yaitu :
·
Observasi
ditinjau dari peranan observer
·
Observasi
ditinjau dari perencanaan
·
Observasi
ditinjau dari segi situasi
1.
Observasi
ditinjau dari peranan observer
Observasi
ditinjau dari peranan observer terbagi menjadi tiga, yaitu observasi partisipan,
observasi non partisipan dan kuasi partisipan.
Observasi
partisipan, yaitu
observasi yang dilakukan dengan cara observer terlibat langsung didalamnya.
Dimana observer tidak memerlukan alat bantu lainnya untuk mengamati, karna
pengamatan dilakukan lebih dekat dan observer terlibat langsung dengan objek,
sehingga panca indra dapat langsung menjadi tols pengamat tanpa harus melalui
perantara alat.
Observasi
non partisipan, yaitu
observasi yang dilakukan dengan cara mengamati objek dari kejauhan dengan kata
lain observer tidak terlibat langsung dengan objek. Dapat juga dilakukan dengan
menggunakan alat bantu seperti cctv, webcam dll.
Kuasi
partisipan, yaitu observasi
yang dilakukan dengan cara observer turut berpartisipasi, turut ambil bagian
dan terlibat dengan objek tapi sebenarnya tidak, dengan kata lain observer
hanya berpura-pura berpartisipasi namun sebenarnya tidak, observer hanya
melakukan pengamatan saja.
2.
Observasi
ditinjau dari perencanaan
Observasi
ditinjau dari perencanaan dibagi menjadi dua bagian, yaitu observasi sistematis
dan non sistematis.
Observasi
sistematis, yaitu observasi
yang dilakukan secara terstruktur. Observasi yang dilakukan sudah memiliki
pedoman, tujuan dan materinya pun sudah ditentukan. Dengan kata lain observasi
jenis ini sudah memiliki tujuan inti atau tujuan yang menjurus dalam melakukan
observasi.
Observasi
non sistematis, yaitu observasi
yang dilakukan secara tidak terstruktu. Observasi yang dilakukan belum memiliki
pedoman, tujuanya mungkin sudah ditentukan tapi hanya sebatas tema belum
mendetail dan menjurus pada suatu aspek, materinya pun belum disiapkan secara
rinci. Observasi jenis ini biasanya tidak membatasi bahasan dalam pelaksanaan
observasinya.
3.
Observasi
ditinjau dari segi situasi
Observasi
ditinjau dari segi situasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu free situation
observation, manipulated situation observation dan partially controlled
situation observation (kombinasi).
Free
situation observation, yaitu
observasi yang dijalankan dalam situasi yang bebas. Dengan kata lain situasi
terbentuk secara alamiah tanpa ada setting dari observer.
Manipulated
situation observation, yaitu
observasi yang dijalankan dalam situasi yang sudah dimanipulasi. Dengan kata
lain, situasi yang ada sudah diatur oleh observer.
Partially
controlled situation observation (kombinasi), yaitu observasi yang dilakukan dalam dua jenis situasi. Observasi
dilakukan dalam situasi yang bebas dan dilakukan pula observasi dalam situasi
yang sudah dimanipulasi.
D.
Langkah-Langkah
Observasi
Dalam
melakukan observasi ada beberapa langkah yang harus kita persiapkan, yaitu :
·
Menentukan
materi yang akan diobservasi
·
Menentukan
cara atau teknik yang akan digunakan dalam melakukan observasi
·
Dapat
membedakan fakta dan interpretasi dalam mencatat saat melakukan observasi,
catat lah fakta terlebih dahulu.
·
Selama
observasi berlangsung observer tidak diperkenankan untuk mencatat atau
memberikan interpretasi. Karna interpretasi akan diberikan pada saat observasi
sudah selesai dan fakta sudah terkumpul.
·
Observer
disarankan untuk melatih kecakapan mengobservasi secara kontinu atau
berkelanjutan agar dapar menjadi observer yang mahir.
E.
Alat
Observasi
Ada
beberapa alat yang dapat kita gunakan saat melakukan observasi. Diantaranya,
anecdotal record, catatan berkala, check list, dan rating scale.
1.
Anecdotal
record
Anecdotal
record merupakan suatu catatan yang dibuat oleh observer yang berisi tingkah
laku luar biasa yang dilakukan oleh objek. Catatan ini harus segera dibuat
setelah kajadian atau tingkah laku tersebut berlangsung, dalam pencatatan pun
harus mendetail mengenenai apa, kapan dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Dalam melakukan pencatatan yang dicatat adalah fakta bukan interpretasi.
contoh
lembar observasi 1 ;
I.
Identitas
Nama : Aliya Siska Ananta
Ttl : Kalianda, 10 oktober 2000
JK : Perempuan
Kelas : X Perawat 2
II.
Lokasi
observasi : SMK Kesehatan Kalianda, Lampung Selatan.
|
No
|
Kejadian
|
Waktu
|
Lokasi
|
Keterangan
|
|
1.
|
Memukul meja
|
09 : 00 wib
|
Didalam kelas
|
Saat setelah salah satu temannya
mengatakan “kamu itu anak pungut mangkanya papah sama mamah kamu gk ada yang
peduli sama kamu”.
|
|
2.
|
Menangis
|
09 : 08 wib
|
Sudut kiri belakang kelas
|
Memeluk kaki dan kepala menunduk.
|
|
3.
|
Berteriak
|
09 : 23 wib
|
Didalam kelas
|
Saat jam istirahat dan tak ada
orang lain selain dirinya dikelas.
|
|
4.
|
Membenturkan kepala ke tembok
|
10 : 01 wib
|
Didalam kelas
|
Benturan dilakukan sebanyak 3 kali.
|
2.
Catatan
berkala
Dalam
melakukan pencatatan observer tidak mengamati secara terus menerus melainkan
ada periode atau waktu-waktu tertentu.
Contoh
lembar observasi 1 ;
I.
Identitas
Nama : Aliya Siska Ananta
Ttl : Kalianda, 10 oktober 2000
JK : Perempuan
Kelas : X Perawat 2
II.
Lokasi
observasi : SMK Kesehatan Kalianda, Lampung Selatan.
|
No
|
Kejadian
|
Waktu
|
Lokasi
|
Keterangan
|
|
1.
|
Berteriak
|
07 : 15 wib
(sebelum masuk kelas)
|
Diparkiran
|
Kepada
teman perempuan
|
|
2.
|
Mengobrol
|
08 : 25 wib
(saat KBM berlangsung)
|
Didalam
kelas
|
Dengan
teman lelaki disebelahnya
|
|
3.
|
Mengunci
salah seorang teman perempuan didalam kelas
|
14 : 30 wib
(saat pulang sekolah)
|
Diluar
kelas
|
Teman
lelaki menarik pintu dan objek mengunci pintu
|
3.
Check
list
Dalam
alat ini berisi faktor-faktor atau indikator-indikator yang ingin diketahui
dalam penelitian. Alat ini dimaksudkan agar observasi lebih sistematis. Namun
dalam menggunakan alat ini hanya terbatas pada faktor-faktor yang sudah
ditentukan saja, tidak dapat melihat secara lebih luas.
Contoh
lembar observasi 1 ;
|
No
|
Indikator
|
Nama
|
|||
|
Aisyah
|
Arini
|
Anggun
|
Fatimah
|
||
|
1.
|
Mengikuti
pelajaran dengan penuh perhatian
|
ü
|
|
|
|
|
2.
|
Mengikuti
pelajaran sambil mengobrol
|
|
|
ü
|
ü
|
|
3.
|
mengikuti
pelajaran dengan mengantuk
|
|
ü
|
|
|
Contoh lembar observasi2 ;
Nama : Anggun Melati Putri
|
No
|
Indikator
|
Prilaku
|
Ya
|
Tidak
|
|
1.
|
Mengikuti pelajaran dengan penuh
perhatian
|
Mata fokus kedepan
|
ü
|
|
|
2.
|
Mengikuti pelajaran dengan
mengobrol
|
Bercakap-cakap dengan teman
|
|
ü
|
|
3.
|
Mengikuti pelajaran dengan
mengantuk
|
Menguap atau tidur
|
|
ü
|
4.
Rating
scale
Alat
ini hamper sama dengan check list. Namun, pada alat ini terdapat
tingkatan-tingkatan dalam setiap indikatornya, dimana tingkatan-tingkatan
tersebut sudah ditentukan oleh observer.
Contoh
lembar observasi 1 ;
|
No
|
Indikator
|
Gustin
|
Ayub
|
|
1.
|
Selalu
memperhatikan guru
|
ü
|
|
|
2.
|
Kadang-kadang
memperhatikan guru
|
|
|
|
3.
|
Tidak
pernah memperhatikan guru
|
|
ü
|
Contoh
lembar observasi 2 ;
Nama
: Anita Zuleha
|
No
|
Indikator
|
Selalu
|
Kadang-Kadang
|
Tidak Pernah
|
|
1.
|
Memperhatikan
guru
|
|
ü
|
|
|
2.
|
Mengerjakan
tugas
|
ü
|
|
|
|
3.
|
Mengobrol
|
|
ü
|
|
Catatan
; selalu, kadang-kadang dan tidak pernah merupakan tingkatan-tingkatan yang
frekuensinya sudah ditentukan oleh observer.
Pertanyaan :
1.
Apakah
kida dapat atau diperbolehkan untuk mengobservasi diri kita sendiri ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar