Senin, 02 Mei 2016

Alasan Cinta

Aku dan ketulusan si gelas biru

awal pertama kuliah adalah awal pertama ku berniat untuk move on dari semua kenangan kasih ku. Aku muak, muak menjadi orang lain, muak menutupi siapa diriku sebenarnya. berpura-pura sempurna dan bangga dikelinngi pria-pria yang mengagumi ku. tapi aku muak, muak dengan cinta beralasan itu.
awal pertama kuliah aku memalingkan hati dan menyimpan dalam-dalam cintaku, entah mengapa aku malah semakin muah dengan semua pria yang mendekatiku hanya karna alasan. sampai ketika aku jatuh hati pada seorang pria yang tak tampan namun aku merasa dia berbeda dengan yang lain. dia perduli dan cepat tanggap. aku benar-benar jatuh hati padanya dala benak ku saat itu dalam harap ku saat itu aku sangat menginginkanya.
hingga sampai ketika,...
aku jatuh dalam titk jenuh, pasrah, bimbang kesal dan bingung.
aku mulai kembali pada ke muakkan ku diawal, tapi kini aku sangat muak dengan diri ku sendiri.
ya, aku mencintai karna alasan. karna ia sosok yang bijaksana, mengagumkan, penuh kesempurnaan.
aku merasa semakin muak degan diriku, aku bingung, bagaimana jika semua alasan itu menghilang ? apakah aku akan tetep menyukai nya ?
ya, benar saja. ketika semua alasan itu satu persatu sirna harapan ku pun mulai sirna, ternyata dia tidak setanggap yang kukira, tidak sebijak seperti yang terlihat, dia tidak terlalu mengagumkan bahkan ia tidak mempunyai cinta yang sempurna untuk ku.
aku galau, bimbang, gegana deh pokoknya,... bahkan dia pun tak memberikan respon atas harapan ku. dan aku pun memutuskan untuk berlali dari semua itu, tapi ketika aku berlari dan hampir terjatuh ada tangan lain yang menyambut dan mendekap ku, menghapus air mata dipipi ku. meraih tangan ku dan mengajak ku berlari lebih jauh dari ini semua. siapa dia ? seseorang yang tak ku kenal dekat namun terasa hangat.
awalnya aku meraih tangan dan cintanya hanya untuk berlari, berlari lebih jauh lagi dengan semua hal yang memuakkan.
awalnya aku kecewa, aku memang tidak mempunyai alasan untuk mencintai dia sigelas biru. tapi aku hanya berharap dia dapat menjadi seperti si gelas pink yang sebelumnya kuharapkan menjadi milikku. tapi ternyata tidak semudah itu, aku semakin muak dengan diri ku sendiri. memaksakan seseorang untuk berubah menjadi seperti apa yang ku inginkan ? memangnya siapa aku? tak semudah itu untuk berubah ?
tapi cinta gelas biru kepada ku membuat ku sadar bahwa cinta itu memang harus mempunyai alasan :)
ketulusan ketulusanya lah yang perlahan membuat ku mencintainya dan memilih terus berjalan dan berlari bersamanya. hingga kini aku bisa menjadi diri ku sendiri dihadapanya :).
ketulusan, adalah alasan yang sempurna untuk mencintai dan dicintai :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar